Nabire, Papteng.com | Minggu 2 Maret 2026, Anggota DPR Papua Tengah, Nelius Agapa, menyampaikan desakan tegas kepada Kapolda Papua Tengah agar segera mengungkap pelaku pembunuhan sadis terhadap Pendeta Neles Peuki.
Ia meminta aparat kepolisian bergerak cepat untuk menangkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk jika terdapat komplotan pelaku yang bekerja secara terorganisir.
Menurut Nelius, peristiwa tersebut telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan mengguncang rasa aman masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah cepat dan transparan dari aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Saya mendesak Kapolda Papua Tengah agar segera mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis Pendeta Neles Peuki. Jika ada komplotan, segera tangkap seluruh pelakunya. Masyarakat menunggu keadilan ditegakkan,” ujar Nelius.
Selain itu, Nelius juga meminta Kepolisian Daerah Papua Tengah untuk menyelidiki dugaan adanya provokator yang menghasut dan menghalangi Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai bersama Kepala Suku Mee yang hendak menuju Distrik Kapiraya pada hari ini, 2 Maret 2026.
Agenda tersebut bertujuan membahas sengketa tapal batas antara Suku Mee dan Suku Kamoro.
Ia secara khusus meminta aparat menyelidiki dugaan provokasi yang terjadi di wilayah Lokpon, Kapiraya, yang dinilai berpotensi memperkeruh suasana dan menghambat proses dialog adat.
“Selidiki siapa provokator di Lokpon Kapiraya. Jangan ada pihak-pihak yang sengaja menghasut masyarakat dan menghalangi proses harmonisasi. Penyelesaian sengketa tapal batas harus dilakukan secara damai dan bermartabat,” tegasnya.
Nelius juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Ia menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalur hukum dan musyawarah adat demi menjaga persatuan dan stabilitas keamanan di Papua Tengah.
Ia berharap aparat kepolisian dapat segera memberikan kejelasan atas kedua persoalan tersebut sehingga situasi keamanan di Deiyai dan Distrik Kapiraya tetap kondusif serta kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tetap terjaga.










