NABIRE – Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Nabire, Yulianus Pasang, meminta seluruh masyarakat yang mengikuti aksi penyampaian aspirasi di sekitar Pengadilan Negeri Nabire, Senin (31/8/2026), bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
Yulianus menyampaikan hal tersebut setelah melakukan pertemuan dengan jajaran Polres Nabire pada Minggu (30/8/2026) malam. Pertemuan tersebut membahas kesiapan pengamanan serta teknis pelaksanaan aksi yang digelar bersamaan dengan sidang kelima kasus pembunuhan remaja di Kampung Waroki.
“Kita sama-sama menjaga keamanan. Jangan ada yang mudah terprovokasi dan jangan membuat keributan,” kata Yulianus.
Ia menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat dan tidak bertujuan mengintervensi proses persidangan.
“Kita hormati proses hukum. Aksi ini hanya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi teknis, panitia telah menyiapkan 6 orang penanggung jawab dan 14 koordinator lapangan (korlap) untuk membantu mengatur massa. Korlap aksi akan dipimpin Agus Rimba.
Selain itu, penyampaian orasi akan dipusatkan di luar area kantor Pengadilan Negeri Nabire. Panitia hanya menyiapkan satu unit kendaraan yang dilengkapi pengeras suara sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi.
Yulianus juga mengingatkan peserta agar tidak membawa minuman keras selama aksi. Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dalam kondisi sadar dan tertib.
“Jangan bawa miras. Kita mau menyampaikan aspirasi dengan baik, bukan dalam keadaan mabuk,” tegasnya.
Massa diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang atau lebih.
Yulianus menegaskan aksi tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat Toraja, melainkan bagian dari aspirasi masyarakat Nabire melalui Forum Peduli CKC bersama IKT.
“Ini bukan hanya Toraja. Ini aspirasi masyarakat Nabire. Mari kita jaga bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, rencana aksi lanjutan pada Rabu (2/9/2026) masih akan melihat kondisi pelaksanaan aksi pada Senin. Jika berlangsung aman dan tertib, rencana tersebut akan dievaluasi untuk dilanjutkan.
“Kalau besok aman dan tertib, kita evaluasi lagi. Tetapi kalau ada gangguan, sekecil apa pun, kami akan pertimbangkan untuk menghentikannya,” pungkas Yulianus.
