NABIRE, PAPUA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Nabire menyiapkan bantuan satu unit sumur bor bagi masyarakat Kampung Wadio SP 3, Distrik Nabire Barat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga menghadapi keterbatasan air bersih yang terjadi akibat kondisi kekeringan.
Rencana pembangunan sumur bor itu berada di sekitar Masjid Al-Ansor, SP 3, Kampung Wadio. Peninjauan titik lokasi dilakukan bersama Kepala Kampung Wadio Wartina, Kepala Distrik Nabire Barat Osea Paul Wakei, S.STP., M.M., Danramil La Sabara serta jajaran Babinsa, Sabtu (20/8/2026).
Kepala Kampung Wadio Wartina menyebutkan, ketersediaan air bersih saat ini menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Kekeringan yang berlangsung turut memengaruhi aktivitas warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Wartina, lokasi masjid menjadi salah satu pilihan karena lahannya cukup luas dan relatif mudah diakses masyarakat. Namun, titik pengeboran masih akan ditentukan berdasarkan hasil survei kondisi sumber air.
“Kalau hasil survei menunjukkan sumber air di sini tidak memungkinkan, tentu kita akan mencari lokasi lain yang lebih berpotensi, seperti balai kampung,” ujarnya.
Ia berharap proses pembangunan dapat segera dilakukan sehingga warga tidak lagi kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga.
“Mudah-mudahan niat baik Bapak Bupati bersama jajarannya bisa segera terlaksana, karena masyarakat kami memang sedang merasakan dampak kekeringan,” kata Wartina.
Kekeringan Ganggu Pertanian
Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Kondisi tersebut juga mulai memengaruhi sektor pertanian masyarakat Kampung Wadio.
Wartina mengatakan, sejumlah petani mengalami penurunan hasil produksi, bahkan ada yang gagal panen karena keterbatasan air. Di sisi lain, masyarakat juga mengeluhkan kabut asap yang membuat kondisi lingkungan semakin tidak nyaman.
“Dampaknya cukup besar. Petani ada yang gagal panen, kemudian masyarakat kekurangan air bersih. Dari sisi kesehatan, mata terasa pedih dan kadang napas juga terasa sesak,” ungkapnya.
Meski terdapat keluhan akibat asap, Wartina menyebut hingga kini belum menerima laporan adanya warga yang dinyatakan mengalami ISPA secara langsung akibat kondisi tersebut.
Pemerintah Kampung Wadio juga masih melakukan pemantauan untuk mengetahui sumber kabut asap. Namun, sampai saat ini belum ditemukan titik sumber asap di dalam wilayah kampung.
Berharap Ada Tambahan Bantuan
Mengenai bantuan sumur bor, Wartina mengatakan pihak kampung baru mendapat informasi mengenai satu unit yang akan dibangun di wilayah Wadio.
Ia berharap bantuan tidak berhenti pada satu titik saja. Menurutnya, dukungan tambahan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait akan sangat membantu masyarakat apabila kondisi kekeringan masih berlanjut.
“Kita sementara baru mengetahui satu unit. Mudah-mudahan ke depan ada tambahan bantuan, baik dari kementerian maupun melalui BPBD,” pungkasnya.
Pemerintah Kampung Wadio berharap proses survei dan penetapan titik pengeboran dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, pembangunan sumur bor bisa segera dimulai dan memberikan akses air bersih bagi warga di tengah kondisi kekeringan.
