NABIRE, Papua Tengah – Setelah melewati situasi mencekam di tengah laut, para penumpang speedboat yang sempat terombang-ambing di perairan antara Waropen dan Nabire akhirnya mendapat tempat aman untuk beristirahat.
Polres Nabire mengambil langkah cepat dengan menampung para penumpang yang berhasil diselamatkan. Selain menyediakan tempat tinggal sementara, kebutuhan makan dan logistik mereka turut dipenuhi hingga proses kepulangan ke daerah asal.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, perhatian tersebut diberikan untuk memastikan para penumpang berada dalam kondisi baik setelah mengalami perjalanan yang cukup berat di laut.
“Kami siapkan penginapan untuk rekan-rekan yang selamat ini, dibantu juga dengan keluarga yang ada di sini. Besok siang direncanakan mereka akan kembali dengan Kapal Gunung Dempo menuju Serui dan Waropen,” ujar Samuel, Sabtu (29/8/2026).
Menurut keterangan salah satu penumpang, perjalanan tersebut mengalami kendala akibat kabut asap yang membuat jarak pandang terbatas. Kondisi itu disebut menyulitkan awak maupun penumpang dalam menentukan arah perjalanan.
Sesampainya di Nabire, para penumpang kemudian mendapat pendampingan dan bantuan dari pihak kepolisian. Mereka mengaku lega karena kebutuhan selama berada di Nabire mendapat perhatian.
“Kami diberi makan, diberikan tempat tinggal, dan juga difasilitasi untuk kepulangan ke Serui dan Waropen. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Nabire,” kata Amsal Yowei.
Rencananya, para penumpang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kapal Gunung Dempo menuju Serui dan Waropen pada Minggu siang. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Nabire memastikan para korban dapat kembali ke daerah asal dengan aman dan nyaman.
