1. Berita
  2. Berita
  3. Kapolres Nabire: Sidang Kelima Kondusif, Pengamanan Disiapkan hingga Putusan

Kapolres Nabire: Sidang Kelima Kondusif, Pengamanan Disiapkan hingga Putusan

featured

NABIRE — Kepolisian memastikan pengamanan sidang kelima perkara pembunuhan remaja CKC (14) di Waroki berjalan kondusif, Senin (31/8/2026). Massa yang menyampaikan aspirasi di sekitar Pengadilan Negeri Nabire juga dapat mengikuti jalannya persidangan tanpa menimbulkan gangguan berarti.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, meski terdapat insiden kecil berupa pelemparan gelas atau botol air mineral, situasi secara keseluruhan masih dapat dikendalikan.

“Kalaupun ada insiden pelemparan gelas Aqua atau botol Aqua, ini merupakan dinamika yang biasanya kami hadapi. Tetapi keseluruhan situasi bisa kita jaga bersama,” jelas Samuel.

Menurutnya, kondisi aman tersebut merupakan hasil komunikasi dan koordinasi berbagai pihak. Di antaranya Pemerintah Kabupaten Nabire, Sekda Nabire, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Nabire, IKT, DPRK Nabire, serta unsur masyarakat.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan berlangsung sekitar pukul 11.30 hingga 15.00 WIT. Di tengah proses tersebut, massa mulai menyampaikan aspirasi sekitar pukul 13.00 WIT dan kegiatan berlangsung secara terkendali.

Samuel berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan sampai agenda pembacaan putusan. Ia meminta pengurus IKT kembali berkoordinasi dengan kepolisian serta menyampaikan pemberitahuan resmi apabila akan menggelar aksi pada sidang berikutnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kontak langsung antara massa dan aparat, kepolisian menempatkan security barrier di area pengadilan. Pembatas tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam koordinasi bersama sekaligus menjadi langkah pencegahan terhadap kemungkinan adanya pihak yang mencoba memicu kericuhan.

“Ini merupakan kesepakatan bersama. Kita mengantisipasi jangan sampai ada penyusup ataupun pihak-pihak tertentu yang menginginkan chaos,” tegasnya.

Selain pengamanan di lokasi, kepolisian juga mengatur lalu lintas di depan Pengadilan Negeri Nabire dengan menerapkan satu jalur. Jika jumlah massa pada sidang putusan meningkat, rekayasa lalu lintas dapat kembali dilakukan, termasuk kemungkinan penutupan sementara ruas jalan.

Kekuatan personel juga akan dihitung berdasarkan jumlah massa dan hasil pemantauan intelijen. Bila pemberitahuan aksi mencantumkan sekitar 3.000 peserta, polisi akan menyiapkan tambahan personel dan perlengkapan pendukung.

“Kalau massa disampaikan sekitar 3.000, otomatis kami juga akan memberikan imbangan dengan perbantuan tenaga yang ada. Paling tidak kita bisa mengimbangi jumlah massa dengan arahan, imbauan maupun sarana-prasarana yang tergelar,” katanya.

Samuel menegaskan, penambahan kekuatan bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan memastikan proses persidangan tetap berlangsung apabila terjadi perubahan situasi.

“Ini sangat merugikan bagi mereka yang memang betul-betul menginginkan hasil yang tercapai dari proses persidangan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu menjaga ketertiban selama sidang kelima. Samuel berharap komunikasi dan kerja sama yang sudah terbangun dapat terus dipertahankan hingga sidang putusan.

“Kita terus melakukan koordinasi, kerja sama dan kolaborasi untuk mendapatkan situasi keamanan yang baik dalam mendukung persidangan ini,” pungkasnya.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Instal Aplikasi

Dengan memasang aplikasi kami, Anda dapat mengakses berita kami dengan lebih cepat dan mudah.

Masuk

Masuk sekarang atau buat akun di Papteng.com biar bisa bikin konten/artikel, akses halaman konten pilihan, akses dasbor pengguna, akses daftar suka, dan masih banyak lagi.