1. Berita
  2. Berita
  3. Ketua IKT Nabire Ungkap Kondisi Jenazah Korban Waroki Saat Bersaksi

Ketua IKT Nabire Ungkap Kondisi Jenazah Korban Waroki Saat Bersaksi

featured

Nabire, Papua Tengah | Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, mengungkap kondisi jenazah remaja korban pembunuhan di Kampung Waroki saat memberikan kesaksian dalam persidangan di Pengadilan Negeri Nabire, Jumat (28/8/2026) malam.

Yulianus mengaku awalnya tidak mengetahui dirinya akan dipanggil sebagai saksi. Ia baru mendapat informasi setelah diminta hadir dalam persidangan dan menyebut kehadirannya sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai Ketua IKT Nabire.

Ia menuturkan, informasi mengenai korban pertama kali diterimanya melalui telepon dari warganya yang berada dirumah sakit sekitar pukul 04.00 WIT. Setelah mendapat kabar tersebut, Yulianus bergegas bersama istrinya langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.

Setibanya di rumah sakit, ia langsung masuk ke kamar jenazah dan melihat langsung kondisi tubuh korban.

Yulianus menyebut tubuh korban dalam keadaan terbakar dan terdapat darah yang telah membeku pada bagian kepala.

“Saya melihat tubuh korban sudah terbakar. Di bagian kepala juga ada darah yang membeku,”ungkapnya.

Yulianus juga mengatakan sempat menanyakan kepada petugas mengenai proses pemulasaraan jenazah. Namun, menurutnya, petugas menyampaikan jenazah belum dapat dimandikan karena kondisi tubuh dikhawatirkan mengalami kerusakan. Ia juga mendapat penjelasan mengenai kebutuhan kapas sebelum jenazah dipakaikan pakaian.

Dalam kesaksiannya, Yulianus turut mengungkap pengamatan terhadap bagian tubuh korban. Ia mengaku melihat adanya robekan yang memanjang dari area kemaluan ke arah bawah tubuh.

“Saya melihat ada robekan dari kemaluan ke bawah. Saya tidak bisa memastikan penyebabnya, apakah pisau atau apakah kayu,yang jelas robekan sampai hampir ke pantat” Jelasnya .

Ia menegaskan apa yang disampaikannya kepada majelis hakim merupakan hal yang dilihat dengan jelas mata sendiri saat berada di rumah sakit.

Selain memberikan kesaksian mengenai kondisi korban, Yulianus menceritakan upayanya meredam situasi setelah kejadian. Ia mengaku sempat menghadang warga yang hendak melakukan penyerangan dan meminta agar persoalan tersebut tidak diselesaikan dengan kekerasan.

Menurutnya, aksi balasan hanya akan memperbesar persoalan dan berpotensi menimbulkan korban baru. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya ingin kita semua aman, tetap bersaudara dan saling mengasihi. Kalau kematian dibalas dengan kematian, persoalan tidak akan selesai,” katanya.

Yulianus berharap proses persidangan dapat berjalan sesuai ketentuan hukum dan memberikan kejelasan atas perkara tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan serta tidak mengambil tindakan sendiri di luar proses hukum.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Instal Aplikasi

Dengan memasang aplikasi kami, Anda dapat mengakses berita kami dengan lebih cepat dan mudah.

Masuk

Masuk sekarang atau buat akun di Papteng.com biar bisa bikin konten/artikel, akses halaman konten pilihan, akses dasbor pengguna, akses daftar suka, dan masih banyak lagi.