1. Berita
  2. Berita
  3. Polres Nabire Bantah Dugaan Pemukulan terhadap Petrus Gobai, Koordinasi dengan Keluarga

Polres Nabire Bantah Dugaan Pemukulan terhadap Petrus Gobai, Koordinasi dengan Keluarga

featured

NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire memberikan penjelasan terkait informasi dugaan pemukulan terhadap seorang warga bernama Petrus Gobai yang sebelumnya dikabarkan mengalami kekerasan saat diamankan aparat kepolisian.

Wakil Kepala Polres Nabire, Kompol Henri Alfredo Korwa, menegaskan bahwa pihaknya membantah adanya tindakan kekerasan terhadap Petrus selama yang bersangkutan berada di Polres Nabire. Ia juga menjelaskan bahwa penanganan terhadap Petrus berawal dari laporan masyarakat mengenai aktivitas sejumlah pemuda yang diduga mengonsumsi minuman keras (miras) di sekitar taman depan Kantor DPR Provinsi Papua Tengah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Petrus disebut diamankan oleh Direktorat Samapta Polda Papua Tengah. Selanjutnya, pada Rabu dini hari, yang bersangkutan dititipkan di Polres Nabire karena masih dalam kondisi mabuk.

Henri menjelaskan, Petrus kemudian dipulangkan kepada keluarganya pada Kamis pagi. Ia menegaskan bahwa selama berada di Polres Nabire, pihaknya memastikan tidak terjadi tindakan penganiayaan sebagaimana informasi yang beredar.

“Kami membantah adanya kekerasan selama yang bersangkutan berada di Polres. Informasi yang menyebut Petrus keluar hanya mengenakan pakaian dalam juga tidak benar. Saat dipulangkan, yang bersangkutan menggunakan celana pendek,” ujar Henri saat memberikan keterangan, Jumat (9/10/2026).

Meski demikian, Polres Nabire melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berencana berkoordinasi dengan keluarga Petrus untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan pemukulan tersebut.

Menurut Henri, komunikasi dengan pihak keluarga diperlukan untuk menelusuri kronologi kejadian secara menyeluruh, sekaligus memperjelas informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, pihak kepolisian sebelumnya telah meminta agar Petrus dihadirkan untuk memberikan keterangan. Namun, keluarga menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang sakit.

Selain menggali informasi mengenai dugaan kekerasan, kepolisian juga ingin memastikan kelengkapan dokumen kendaraan yang sebelumnya dititipkan oleh Direktorat Samapta Polda Papua Tengah di Polsek Nabire Kota, termasuk memastikan keberadaan barang-barang milik Petrus.

“Kami ingin mengetahui secara jelas bagaimana kronologi awal kejadian tersebut. Kami juga perlu memastikan dokumen kepemilikan kendaraan dan barang-barang milik yang bersangkutan,” jelasnya.

Perbedaan keterangan mengenai peristiwa ini membuat penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memperoleh gambaran kejadian secara utuh. Keterangan Petrus, keluarga, saksi, serta bukti pendukung lainnya menjadi bagian penting dalam upaya memperjelas persoalan tersebut.

Hingga berita ini disusun, Petrus belum memberikan keterangan secara langsung terkait dugaan pemukulan yang diberitakan. Oleh karena itu, informasi dari pihak-pihak terkait masih diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang berdasarkan fakta yang terverifikasi.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Instal Aplikasi

Dengan memasang aplikasi kami, Anda dapat mengakses berita kami dengan lebih cepat dan mudah.

Masuk

Masuk sekarang atau buat akun di Papteng.com biar bisa bikin konten/artikel, akses halaman konten pilihan, akses dasbor pengguna, akses daftar suka, dan masih banyak lagi.