1. Berita
  2. Berita
  3. Korwil BGN Nabire Minta Kepala SPPG Rutin Survei Harga Pangan di Pasar

Korwil BGN Nabire Minta Kepala SPPG Rutin Survei Harga Pangan di Pasar

featured

NABIRE – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem, meminta seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Nabire rutin turun langsung ke pasar untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Kepala BGN RI, Sudaryono, dalam memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi, khususnya terkait pengadaan bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan makanan bergizi.

Marsel mengajak para Kepala SPPG untuk melakukan survei harga bahan pangan tiga kali dalam seminggu. Menurutnya, pemantauan secara langsung diperlukan agar setiap SPPG memiliki data harga yang aktual dan sesuai dengan kondisi pasar.

“Ka.SPPG tidak boleh hanya duduk menerima laporan. Harus turun langsung melihat kondisi pasar dan mengecek harga bahan pangan secara real-time. Ini penting agar data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Marsel.

Ia mengatakan, survei pasar bukan hanya untuk mengetahui perubahan harga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran program BGN.

Dengan mengetahui harga secara langsung, pihak SPPG diharapkan dapat mengantisipasi adanya ketidaksesuaian harga maupun potensi penggelembungan harga atau mark-up dalam pengadaan bahan pangan.

Selain harga, Kepala SPPG juga diminta memperhatikan ketersediaan dan kualitas bahan pangan yang beredar di pasar. Hal ini penting untuk memastikan bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan memenuhi standar kualitas dan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.

Marsel juga berharap kegiatan survei pasar dapat membuka ruang kerja sama yang lebih baik dengan pedagang maupun pelaku usaha pangan lokal di Nabire.

Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha dan pemasok lokal diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran program pemenuhan gizi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat di daerah.

“Jadi, kita ingin program ini berjalan dengan baik, transparan, dan memberikan manfaat yang luas. Bukan hanya dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga bagaimana potensi ekonomi masyarakat lokal dapat ikut bergerak,” pungkasnya.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Instal Aplikasi

Dengan memasang aplikasi kami, Anda dapat mengakses berita kami dengan lebih cepat dan mudah.

Masuk

Masuk sekarang atau buat akun di Papteng.com biar bisa bikin konten/artikel, akses halaman konten pilihan, akses dasbor pengguna, akses daftar suka, dan masih banyak lagi.