1. Berita
  2. Berita
  3. SPWP Gelar Aksi Jilid III di Nabire, Tolak MBG dan Desak Pendidikan Gratis

SPWP Gelar Aksi Jilid III di Nabire, Tolak MBG dan Desak Pendidikan Gratis

featured

Nabire , Papteng.Com– Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Wilayah Nabire kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (15/9/2026). Aksi jilid III ini berlangsung aman dan diikuti pelajar serta mahasiswa dari delapan kabupaten di Papua Tengah.

Massa bergerak dari beberapa titik di Nabire menuju Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.

Dengan membawa poster dan baliho, mereka menyuarakan dua tuntutan utama, yakni penghentian program MBG dan penyediaan pendidikan gratis, terutama bagi masyarakat di Tanah Papua.

Dalam penyampaian aspirasinya, massa mempertanyakan pelaksanaan MBG dan menyinggung kasus keracunan yang diberitakan terjadi di sejumlah daerah. Mereka juga meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai realisasi pendidikan gratis dengan batas waktu tiga bulan.

Di kantor dinas, massa diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, S.E. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan program MBG.

“Dinas Pendidikan hanya berperan dalam menyediakan data yang dibutuhkan, sedangkan pelaksanaan MBG menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN),” jelas Nurhaidah.

Sementara mengenai pendidikan gratis, Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa layanan pendidikan telah berjalan melalui satuan pendidikan sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.

Aksi tersebut dikawal 467 personel gabungan TNI-Polri. Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR bersama Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi turut memantau jalannya pengamanan.

Samuel menyebut seluruh rangkaian aksi berjalan lancar berkat komunikasi yang terjaga antara aparat dan peserta.

“Secara umum situasi berjalan aman dan lancar. Komunikasi antara kami dengan adik-adik pelajar juga terjalin dengan baik,” katanya.

Ia mengajak peserta aksi dan koordinator lapangan mempertahankan komunikasi dalam setiap penyampaian aspirasi agar tetap tertib dan tidak berujung persoalan hukum.

“Kita belajar berorganisasi, kita belajar menyampaikan aspirasi dengan baik, tertib, sehingga tidak perlu ujung-ujungnya ada pidana yang terjadi,” pungkasnya.

Aksi berakhir sekitar pukul 12.30 WIT dan situasi di lokasi tetap aman serta kondusif.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Instal Aplikasi

Dengan memasang aplikasi kami, Anda dapat mengakses berita kami dengan lebih cepat dan mudah.

Masuk

Masuk sekarang atau buat akun di Papteng.com biar bisa bikin konten/artikel, akses halaman konten pilihan, akses dasbor pengguna, akses daftar suka, dan masih banyak lagi.