Nabire, Papteng.com Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Nabire mengambil langkah preventif untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sebanyak 600 dos masker dibagikan kepada warga dan pengendara di sejumlah persimpangan lampu merah di wilayah Nabire, Senin (21/9/2026). Selain masker, TP PKK juga membagikan air mineral kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nabire, Ny. Ira Burhanuddin, yang bersama jajaran TP PKK turun langsung ke kawasan Pertigaan Lampu Merah Pantai Nabire untuk membagikan masker kepada warga yang melintas.
Dari total masker yang disiapkan, sebanyak 300 dos diperuntukkan bagi orang dewasa dan 300 dos lainnya untuk anak-anak.
Ny. Ira Burhanuddin mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap Karhutla.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi atau meminimalisir penyakit yang dapat ditimbulkan dari gangguan asap akibat Karhutla. Dengan arahan langsung dari Ketua TP PKK Nabire, Ny. Mince Mesak Magai, S.IP., Tim Penggerak PKK Kabupaten Nabire terjun langsung ke lapangan untuk membagikan masker tersebut,” ujarnya.
Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, pembagian masker dilakukan secara serentak di empat titik. Setiap kelompok kerja (Pokja) TP PKK bertugas pada lokasi yang telah ditentukan.
Pokja I bertugas di Lampu Merah Pantai Nabire, Pokja II di Lampu Merah Tugu Cenderawasih, Pokja III di Lampu Merah Kusuma Bangsa, sedangkan Pokja IV berada di Lampu Merah Antonius.
TP PKK Kabupaten Nabire mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama musim kemarau dan meningkatnya paparan asap. Penggunaan masker saat berada di luar rumah dinilai penting, terutama bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Nabire berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan keluarga dapat terus ditingkatkan, sekaligus bersama-sama mewaspadai potensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kondisi udara yang terdampak asap Karhutla.
